Jumat, 23 Januari 2009

Pemanasan Global Percepat Kematian Tumbuhan

Pemanasan global dinilai dua kali mempercepat kematian tumbuhan di hutan wilayah barat Amerika Serikat, sejak 30 tahun terakhir. Berdasarkan penelitian US Geological Survey (USGS), masa hidup tumbuh-tumbuhan yang pendek membuat kerusakan hutan yang cukup signifikan.

Kerusakan hutan menurut laporan yang dimuat dalam jurnal Science itu patut diwaspadai karena memiliki efek domino bagi lingkungan sekitar, terutama merusak habitat hewan-hewan liar dan berdampak pada perubahan iklim.

Selain itu, temperatur rata-rata di kawasan hutan wilayah barat AS juga dilaporkan meningkat rata-rata 0,5 derajat selama 30 tahun. Tak hanya temperatur, kerusakan hutan juga menyebabkan populasi serangga semakin meningkat dan musim kemarau menjadi lebih panjang.

"Pemanasan global di wilayah ini memberikan kontribusi bagi perubahan kondisi hidrologis seperti menurunnya intensitas salju," tulis penelitian tersebut.

Tingginya angka kematian tumbuhan, berdampak pada sumber karbondioksida (CO2) di atmosfer karena semakin sedikit pohon-pohon yang menyerap CO2.

"Bertambahnya angka kematian pepohonan yang dikumpulkan dalam studi ini jelas memberikan bukti tentang respon dari suatu ekosistem terhadap panasnya iklim," kata ahli biogeografi University of Colorado yang turut serta dalam penelitan itu, professor Thomas Veblen seperti dilansir AFP, Jumat (23/1/2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar